Filsafat Angka. Yuk, lihat maknanya!

Manusia berawal dari satu ketiadaan, lalu terlahir, tumbuh, tua dan kembali menjadi tiada. Ia ibaratnya angka nol.

Angka satu menunjukkan eksistensi Tuhan Yang Satu.
Satu adalah asal dari segala angka. Dua adalah satu sebanyak dua.
Tiga adalah satu sebanyak tiga.
Yang asli hanyalah satu.

Sekarang ayo kita jajar angka nol.
Tiga nol, seratus nol, satu kilometer angka nol, nilainya tetap nol juga.
Nol tak punya makna. Ia adalah kehampaan.

Tapi yuk mari kita coba jajar angka nol dibelakang angka satu.
Satu nol menjadi sepuluh.
Satu dan enam angka nol menjadi sejuta.
Satu dan seratus angka nol menjadi…?
Anda bisa menghitungnya sendiri.
Maknanya apa?

Hidup kita sesungguhnya tak punya makna jika kita mengorientasikan segala perbuatan kita untuk selain Allah.
Untuk jabatan, kekuasaan, gelar, wanita atau pria yang kita cintai atau apa pun selain Allah. Karena itu semua adalah kenihilan dan kepalsuan.

Bukankah segala sesuatu selain Allah adalah nol?
Mulanya tiada dan suatu saat akan kembali menjadi tiada.
Hidup kita hanya akan punya makna jika kita mengorientasikan segala perbuatan kita hanya untuk mengabdi pada Allah, Zat Yang Satu.
Kita belajar untuk Allah. Kita berkata “tidak” pada kekuasaan zalim bukan untuk merebut kekuasaan itu sendiri tapi untuk sepenuhnya membela kebenaran Tuhan.
Kita bekerja ikhlas karena Allah. Semua berasal dari Allah dan akan kita kembalikan kepada Allah. Bukankah Allah telah mengajarkan kalimat sangat indah kepada kita?

“Katakanlah, sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah semata, Tuhan sekalian alam”.

You May Also Like

1 komentar